Select Page

Reuni 30 tahun

Hotel Sun City Madiun Minggu, 17 Juni 2018
AcaraLokasi

*epilog buku antologi puisi gombal setengah tiang

kehidupan itu sering begitu. tak usah kau gamangkan. karena kadang kehidupan memang tak mengabari soal batas tepi dari sebuah perjalanan. seperti puisi, kehidupan hanya memberitahu kita: seperti cegukan, atau nafas yg tersengal. lalu tetiba saja nafas kita terhenti. seperti beberapa kumpulan vokal dan konsonan yang absurdjeda puisi yg menuju titik. kehidupan itu sering begitu. harus saling meninggalkan. saling kehilangan. lalu tiba-tiba kita sendirian menelan sepi jadi, jika telah tiba senja yang mulai kehilangan warna biru karena tertindih awan kelabu yg pekat, maka saat itu berarti ,aku sudah mulai mengabu dalam lubang waktu. biarkan aku pergi. karena kehidupan memang harus begitu. harus saling meninggalkan. saling kehilangan dan tak saling menanti : seperti puisi jangan ada sedu-sedan lagi. apalagi kau tanyakan kepadaku ke mana aku menuju pada saat kepergianku nanti. biarkan saja aku pergi. dan biarkan sunyi pelan-pelan mengeja paragraf dan notasinya sendiri. : kau tak perlu merisau lagi, karena sebelum pergi. aku akan membangun rumah di kedalaman hatimu, sebagai tempat seluruh puisiku kembali. : jika telah tiba puisi *Guspar.

407 alumni

Aku tak pandai berpuisi karena bukan pujangga, Aku tak pintar bersajak karena bukan penyair, aku hanya bisa berkata “aku sayang teman2 Smada” *Fitri

Kala Hujan

Dalam sendiri kunikmati gemericik rinai hujan… Ditemani huruf2 dan celoteh dalam telepon genggam… Aaahh….Tetap sunyi yg kurasakan…Tak kuasa kumenahan lajunya usia..Yg menderu meninggalkan ku.. Hanya bisa terpana…Aaahhh….Kubentangkan sajadah…Kualihkan anganku kepadaMu…Dalam sendiri kunikmati gemericik rinai hujan…(Nunuk)

Datang Reuni ya…

Lihat rancangan buku?

BukuData